Peringatan 30 Hari Serangan Air Keras Andrie Yunus, Koalisi Sipil Gelar Aksi di Jalan Talang

Yordani Emerald
Reporter Yordani Emerald 22 Views

Jakarta – Go.teropongrakyat.co – Koalisi Masyarakat Sipil menggelar aksi peringatan 30 hari pasca serangan air keras terhadap aktivis Andrie Yunus, Minggu (12/4/2026). Aksi tersebut berlangsung di Jalan Talang, Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat—lokasi yang disebut sebagai tempat kejadian perkara (TKP) penyiraman.

Sekitar 30 hingga 40 peserta aksi terlibat dalam kegiatan ini. Mereka berasal dari sejumlah elemen, di antaranya Perempuan Mahardhika, GMNI DKI Jakarta, Kaum Muda Sosialis, serta Lembaga Pers Mahasiswa Progress. Aksi dipimpin oleh M. Isnur.

Massa memulai kegiatan dengan berjalan kaki (long march) dari kawasan Menteng menuju Jalan Talang. Rute yang dilalui meliputi Gedung YLBHI, SPBU Cikini, Taman Diponegoro, kawasan Megaria, hingga depan RSCM sebelum akhirnya tiba di lokasi sekitar pukul 11.24 WIB.

Dalam aksinya, peserta membawa berbagai alat peraga seperti spanduk, poster, payung, serta kamera. Sejumlah tuntutan disuarakan, antara lain mendesak pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) serta meminta agar pelaku diadili melalui peradilan umum.

Berbagai tulisan terlihat dalam spanduk dan poster yang dibawa massa, seperti “Langkah Keadilan untuk Andrie”, “Adili Para Pelaku di Peradilan Umum”, hingga “Segera Bentuk TGPF”. Ada pula pesan-pesan kritik terhadap kekerasan terhadap aktivis.

Dalam orasinya, massa mengungkapkan kronologi singkat kejadian penyiraman air keras yang dialami Andrie Yunus di lokasi tersebut. Mereka juga menyoroti belum jelasnya proses hukum terhadap para pelaku yang diduga terlibat.

- Advertisement -

Peserta aksi menegaskan bahwa kekerasan tidak boleh menjadi cara untuk membungkam kritik. Mereka juga menyatakan akan terus mengawal kasus tersebut hingga seluruh pihak yang diduga terlibat dapat diproses secara hukum.

Selain orasi, massa melakukan aksi simbolik dengan mengikat bunga menggunakan pita berwarna merah muda di jembatan Jalan Talang sebagai bentuk solidaritas. Mereka juga memasang mural bergambar Andrie Yunus dengan tulisan “Luka tak membungkam suara”.

Sekitar pukul 11.43 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama untuk kesembuhan korban serta keselamatan para aktivis. Aksi kemudian berakhir pada pukul 12.00 WIB.

- Advertisement -

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif dengan pengamanan dari aparat kepolisian. Sebanyak 16 personel diterjunkan untuk mengawal jalannya aksi.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Bagikan Berita ini
Tulis Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *