JAKARTA – Go.teropongrakyat.co – Sebuah insiden mengejutkan terjadi di SMA Mutiara 1, yang berlokasi di Jl. Komplek Yos Sudarso II/19, Kebon Bawang, Tanjung Priok Jakarta Utara. Seorang siswa kelas 11 bernama R diduga menjadi korban perundungan (bullying) yang dilakukan oleh salah seorang tenaga pendidik di sekolah tersebut, yang dikenal dengan nama Adam.
Insiden yang diduga terjadi pada hari Rabu, (02/04/2026) lalu ini dilaporkan menimbulkan dampak psikologis yang cukup serius bagi korban. Berdasarkan informasi yang diterima, guru tersebut diduga tidak hanya menggunakan kata-kata kasar dan tak pantas saat memarahi siswa, namun juga melakukan kekerasan fisik berupa pemukulan kepada Rangga.
Kejadian tersebut berawal ketika masih jam pelajaran sekolah sekira pukul 11.55 wib, rangga menekan bel tanda berakhir jam pelajaran sekolah.

Adam, guru piket saat itu menyampaikan bahwa pada saat rangga menekan bel sekolah, dirinya sedang tidak berada di meja guru piket.
Sementara itu kepala sekolah SMK Mutiara 1 Leyla Isma Yuliantri, menyayangkan terjadinya insiden kekerasan yang dilakukan oleh oknum guru dilingkungan sekolah yang dipimpinnya.
- Advertisement -
” kami sangat menyayangkan terjadinya insiden tersebut, saya selaku pimpinan meminta maaf kepada seluruh pihak, terutamanya ananda kami rangga dan orang tuanya.” Ujarnya dalam keterangan persnya senin ( 06/04/2026 )
Leyla menanbahkan bahwa pihak sekolah sudah mengajukan permohonan kepada pihak yayasan, agar guru yang dimaksud diberikan sanksi tegas yaitu berupa pemecatan.
Akibat perlakuan yang diterimanya, siswa tersebut dilaporkan mengalami trauma yang mendalam. Kondisi psikis yang terguncang membuat Rangga menjadi takut dan enggan untuk kembali bersekolah selama beberapa hari berturut-turut.
- Advertisement -
Guru yang dimaksud patut diduga telah melanggar UU Perlindungan Anak (Pasal 76C jo. Pasal 80, KUHP pasal 352 dan PP No.74 tahun 2008. Dengan ancaman hukuman penjara 3 tahun 6 bulan atau denda sebesar Rp.72.000.000,-
Ketika sejumlah awak media mendatangi lokasi sekolah untuk meminta konfirmasi terkait kasus ini, suasana di lingkungan sekolah terlihat biasa saja. Namun, yang menjadi sorotan adalah sikap dari guru Adam yang terkesan arogan dan terkesan tidak peduli, bahkan saat orang tua dari siswa korban datang untuk menuntut penjelasan dan klarifikasi mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada anak mereka.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak yayasan maupun Dinas Pendidikan setempat terkait tindakan tegas apa yang akan diambil terhadap oknum guru tersebut. Pihak keluarga korban berharap agar kasus ini dapat ditindaklanjuti dengan serius demi keamanan dan kenyamanan belajar siswa lainnya.

