Insiden Penganiayaan di GOR RBS Saat Perayaan HUT Jakarta, Pengelola Evaluasi Sistem Keamanan

Admin
Reporter Admin 35 Views

Jakarta Utara, go.tr.co – Persaudaraan Wartawan Jakarta Utara (PWJU) berupaya memfasilitasi mediasi antara orang tua korban dan orang tua terduga pelaku dalam kasus dugaan penganiayaan menggunakan senjata tajam yang terjadi di area parkir GOR RBS, Jakarta Utara.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 WIB saat kawasan GOR RBS dipadati masyarakat yang memanfaatkan fasilitas gratis dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) DKI Jakarta. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka bacok pada bagian paha dan lengan sehingga harus dilarikan ke RSUD Tugu Koja untuk mendapatkan penanganan medis.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak keluarga korban menyatakan terduga pelaku belum berhasil diamankan oleh aparat kepolisian. Kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan dan penanganan pihak berwenang.

AQ, staf administrasi GOR RBS khusus area kolam renang, menjelaskan bahwa pada hari kejadian jumlah pengunjung mengalami lonjakan yang sangat signifikan.

“Karena masih dalam rangka HUT Jakarta, pengunjung sangat membludak, sementara personel keamanan hanya tiga orang sehingga pengawasan menjadi tidak maksimal,” ujarnya.

Hal senada disampaikan IZ, staf administrasi GOR RBS. Menurutnya, membludaknya jumlah pengunjung membuat seluruh area sulit dipantau secara menyeluruh.

- Advertisement -

“Bertepatan dengan HUT Jakarta, seluruh fasilitas digratiskan sehingga jumlah pengunjung meningkat drastis dan tidak semua area dapat dipantau secara maksimal oleh personel keamanan,” katanya.

AQ menambahkan, berdasarkan informasi yang diterima pihak pengelola, para terduga pelaku diduga berada di luar pagar GOR sebelum memasuki area parkir dengan cara melompati pagar. Setelah itu, mereka diduga menghampiri korban hingga terjadi insiden penganiayaan.

Sebagai langkah evaluasi, pihak pengelola mengaku telah melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan serta mengusulkan sejumlah peningkatan sistem keamanan. Usulan tersebut meliputi peninggian pagar pembatas yang akan dilengkapi kawat BRC, penambahan kamera CCTV terutama di area parkir dan sekitar pagar, serta penambahan jumlah personel keamanan guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengunjung.

- Advertisement -

Sementara itu, Karwati, ibu korban, berharap para pelaku bertanggung jawab atas perbuatannya.

“Anak saya mengalami luka bacok yang mengharuskannya mendapat delapan jahitan di paha dan enam jahitan di lengan. Saya berharap para pelaku bertanggung jawab atas perbuatannya,” ujarnya.

Ia juga berharap kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.

“Semoga setelah kejadian ini ada pengawasan yang lebih ketat, penambahan personel keamanan, serta pemasangan CCTV di area parkir dan sekitar pagar demi keamanan seluruh pengunjung,” tuturnya.

Pihak pengelola GOR RBS menyatakan telah mengajukan permohonan kepada pimpinan terkait penambahan personel keamanan, pemasangan CCTV di sejumlah titik rawan, serta peninggian pagar yang dilengkapi kawat BRC sebagai langkah antisipasi guna mencegah gangguan dari pihak luar.

Di sisi lain, Persaudaraan Wartawan Jakarta Utara (PWJU) menyatakan siap membantu membuka ruang komunikasi dan memfasilitasi mediasi antara kedua belah pihak apabila seluruh pihak bersedia, tanpa mengganggu proses hukum yang sedang berjalan.

PWJU berharap penyelesaian perkara dapat berlangsung secara baik sesuai ketentuan hukum yang berlaku, dengan tetap mengedepankan kepentingan korban, asas praduga tak bersalah, serta prinsip keadilan bagi semua pihak.

Bagikan Berita ini
Tulis Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *