Warga Keluhkan Penutupan Akses, Citata Tamansari Tutup Mata

Admin
Reporter Admin 8 Views

Jakarta, go.teropongrakyat.co — Sebuah bangunan yang diduga tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB) atau PBG di Jalan Gang Burung Dalam RT 003 RW 02, Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, menuai sorotan warga. Selain menutup akses jalan gang, proyek tersebut juga disebut telah memakan korban jiwa setelah seorang pekerja tewas tertimpa tembok roboh pada 21 April 2026.

Warga setempat mengungkapkan, sebelum insiden terjadi, mereka telah berulang kali melaporkan dugaan pelanggaran tersebut kepada pihak kecamatan. Namun, hingga kejadian naas itu berlangsung, belum ada tindakan tegas untuk menghentikan pembangunan.

“Bangunan itu bukan hanya diduga tidak memiliki izin, tapi juga menutup akses jalan warga. Kami sudah melaporkan secara tertulis ke kecamatan dua kali, masing-masing pada 13 dan 20 April 2026, bahkan dua jam sebelum kejadian robohnya tembok, saya juga sudah laporkan ke Citata kecamatan, tapi tidak ada respon,” ujar seorang warga yang enggan menyebutkan namanya kepada wartawan, Rabu (29/4).

Ia menambahkan, dalam kunjungannya ke kantor kecamatan pada 16 April 2026, pihak terkait telah menyampaikan bahwa bangunan tersebut memang tidak memiliki perizinan. Namun, di lapangan, aktivitas pembangunan justru terus berjalan dan semakin dikebut.

“Pihak Citata sempat mengatakan bangunan itu tidak berizin, tapi tidak ada tindakan penghentian. Bahkan pekerjaannya makin dipercepat. Saya sudah sampaikan, kalau sampai 20 April tidak ada tindakan, saya akan kirim laporan resmi ke berbagai instansi, dan itu sudah saya lakukan lengkap dengan bukti pengiriman,” katanya.

Warga juga menyayangkan sikap pihak terkait yang dinilai tidak sigap dalam merespons laporan, meski peringatan telah disampaikan berulang kali. Ia menyebut, bahkan saat laporan kembali dikirim melalui pesan WhatsApp pada pagi hari sebelum kejadian, tidak ada tanggapan dari pihak berwenang.

- Advertisement -

Akibat kejadian tersebut, seorang pekerja bangunan dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa tembok yang diduga dalam kondisi rapuh. Selain itu, akses jalan warga yang tertutup bangunan juga menjadi keluhan utama karena mengganggu aktivitas sehari-hari.

Hingga kini, warga berharap adanya tindakan tegas dari instansi terkait terhadap bangunan tersebut, termasuk evaluasi terhadap proses pengawasan di lapangan agar kejadian serupa tidak terulang.

Bagikan Berita ini
Tulis Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *